Bird Box (2018)

Sandra Bullock bermain sebagai seorang ibu yang tidak siap menerima anak. Dalam dunia itu, terjadi kekacauan diakibatkan oleh makhluk-makhluk jejadian. Setiap orang sehat yang melihat makhluk itu akan memiliki tendensi bunuh diri.

Sandra Bullock sebagai seorang ibu membawa dua anaknya menuju perlindungan dengan menutup mata sambil menelusuri sungai.

Film ini memiliki premis yang mirip dengan A Quiet Place karya Krasinski. Indera yang terpaksa terenggut dalam film ini adalah penglihatan. Sehingga, ini yang menimbulkan ketegangan karena ketidakberdayaan itu.

Hanya saja, film ini tereksekusi tidak sekelas A Quiet Place. Penjelasan-penjelasan mengenai keadaan di dunia ini selalu dengan kebetulan bertemu tokoh demi tokoh yang tahu tentang aturan tertentu. Misalnya, makhluk-makhluk itu apa dan bagaimana. Orang-orang yang tidak terpengaruh. Dan sebagainya.

Dalam menyajikan penjelasan itu, film ini membuat alur yang tidak natural sehingga seperti membaca buku teks.

Makhluk apa ini? Oh, ketemu seseorang yang secara kebetulan melihat bagaimana cara kerja makhluk itu.

Mengapa Sandra Bullock membunuh orang ini? Oh, ternyata ada kejadian yang mana ada orang yang menjelaskan tentang orang tertentu yang berbahaya.

Hal yang paling menyebalkan juga mengenai mahkluk ini sepertinya terlalu sopan seperti mitos Drakula zaman dahulu. Dia tidak pernah masuk rumah, biar pun ada celah untuk dia masuk. Entah mengapa….

Ah, saya baru berpikir. Apakah mereka makhluk astral yang teritorial? Tapi mengapa bisa….

Ya, seperti itu, deh. Kekurangan penceritaan ini yang membuat saya pikir untuk beberapa hal lebih baik kita sebagai penonton berlagak pilon – demi kelancaran film.

Untung, akting dalam film ini semuanya bagus. Saya menikmati sekali. Ya, walaupun karakter Sandra Bullock terlalu datar menurut saya.

Saya takkan menulis ini kalau saya tidak menikmati film ini. Film ini di tengah-tengah kekurangannya menyajikan film yang cukup baik untuk ditonton. Silakan saja menonton.

Jan Peter Alexander Rajagukguk

Jan Peter Alexander Rajagukguk

Saya seorang yang suka menulis.