Pelakor

Garis kronologis media sosial saya dipenuhi dengan istilah pelakor. Saya pikir itu istilah slank mengacu ke pelaku zinah. Ternyata, itu artinya perebut laki orang.

Jelas sekali bahwa yang disalahkan adalah wanita. Rekan-rekan saya mengeluhkan bahwa bahkan yang menuduh demikian adalah kaum wanita itu sendiri. Padahal, it takes two to tango.

Ini paradoks! Pria digambarkan memiliki otoritas sebagai pemimpin dalam masyarakat Patriarkal. Namun, bila terjadi hal yang salah, yang diharapkan mengambil tanggung jawab adalah wanita.

Agama Membela Wanita

Saya jadi ingat kisah Injil yang menceritakan tokoh-tokoh Yahudi kala itu hendak meminta Yesus menegakkan keadilan. Mereka membawa kepada Yesus seorang wanita yang ketahuan berzinah. Mereka mengharapkan Yesus menjadi Hakim untuk melempari batu seperti ada tertulis dalam Taurat.

Kemudian, Yesus menulis di tanah. Satu per satu dari yang paling tua meninggalkan tempat hingga hanya tinggal Yesus dan wanita tersebut. Yesus pun membebaskan wanita tersebut.

Sebagai bagian dari iman saya, ada pelajaran penting diajarkan kepada saya dalam kisah ini. Saya memahami bahwa dalam kondisi masyarakat Patriarkal ada yang salah dengan kondisi saat ini.

Di bagian lain Yesus mengajar:

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

— Matius 5:27-30 (TB)

Jelas bahwa Yesus memberikan gambaran bahwa pria seharusnya bertanggung jawab atas kejadian perzinahan itu. Saya membela wanita karena itu bagian dari iman saya. Bahwa, ketika pria punya kuasa, ia juga punya tanggung jawab.

Raja Daud bertanggung jawab atas perselingkuhan itu! Bukan salah Batsyeba mandi bugil lalu Raja Daud jadi terangsang. Jelas Nabi Tuhan memperingatkan Raja Daud, bukan Batsyeba.

Saya tidak mau masuk ke ranah agama lain. Tetapi, sepencarian daring saya menemukan bahwa agama lain juga mendukung. Itu sepencarian saya, ya. Mungkin juga ada mazhab yang berkata berbeda.

Tapi, bila dibahas dari iman Kristiani, tidak pantas seorang Kristen sejati menuduh-nuduh orang atau pun mempersekusi. Apalagi, hanya mempersekusi kaum wanita.

Wanita Tidak Satu

Hal yang paling menyedihkan yang saya lihat adalah kecenderungan menyalahkan wanita dalam setiap waktu.

Buah jatuh dari pohonnya. Kalau anak berhasil, itu berkat bapaknya. Kalau anak gagal, ibunya yang cenderung disalahkan.

Kalau tidak punya anak atau hanya ada anak perempuan, maka yang disalahkan istri. Keluarga besar bahkan tak segan meminta sang suami mencari istri baru. Itu termasuk para wanita lain dalam keluarga besar tersebut.

Zaman sudah maju. Di pelajaran Biologi pun sudah diajarkan bahwa anak terbentuk dari separuh gen ayah dan separuh gen ibu. Bahkan, gen penentu anak lelaki ada di pria. Mengapa ilmu ini tidak jadi patokan?

Memang, pembawa marga pada beberapa suku bangsa adalah pria. Namun, seingat saya, ada penghormatan secara khusus kepada wanita untuk setiap suku bangsa di Indonesia. Sepertinya nilai ini pun tergerus.

Kalau begitu, mengapa kaum wanita tidak membela kaumnya sendiri?

Yang menjunjung adat, mengapa tidak mencari kearifan adat tentang penghormatan terhadap wanita?

Yang benci perselingkuhan, mengapa tidak menembak juga pria yang terlibat?

Ya, tentu, bukan tugas wanita saja. Kita sebagai orang beragama atau setidaknya yang terpelajar, juga punya tugas yang sama.

Sudah tak pantas rasanya menggunakan istilah pelakor. Kita tidak tahu siapa yang menggoda. Dan jangan salahkan Tuhan menganugerahkan seseorang cantik dan seksi. Salahkanlah juga mata yang tak segera berlari dari godaan.

Jan Peter Alexander Rajagukguk

Jan Peter Alexander Rajagukguk

Saya seorang yang suka menulis.